Flower of Paradise Lost
BRACER
Ay-Khanoum's Myriad
Pada masa ketika bangsa Jinni sudah mampu mengingat, sang Ratu Bunga dibuang dari langit. Wahananya yang mulia menyisakan cangkang belaka, dan kaumnya kehilangan akal sehat mereka .... Dikatakan bahwa sang Ratu berjalan di padang pasir selama dua puluh tujuh malam .... Tumitnya rapuh dikikis kerikil tajam, luka-lukanya mengalir menjadi mata air yang tidak berbatas. Mengalir menuju taman hijau dan menumbuhkan bunga air berwarna sebiru malam. Bunga-bunga yang menjadi ibu semua Jinni, persatuan antara candu mimpi dan pahitnya kehilangan. Jinni pertama adalah makhluk yang cerdas, yang ketagihan mimpi polos penuh cinta. Mensyukuri penciptanya, Jinni itu menggandeng tuannya dan memahkotainya dengan bunga krisan. "Ratu Bunga, penguasa taman, mohon tinggalah, jangan menelantarkan kami!" "Ya. Ibunda mimpi, pemilik anggur yang memabukkan, tinggalah sebagai ratu di taman ini". Sang Ratu yang diasingkan pun tergerak oleh ketulusan para Jinni, maka tinggalah ia di taman penuh bunga. Ketika dia mendapat perhentian, bunga ungu seindah rembulan mulai bermekaraan. Dinamainyalah bunga itu "Padisarah".
