Kembali ke Daftar
Puisi di Daun yang Gugur
Content
Puisi di Daun yang Gugur
<center>Langit berbintang di malam itu harum bak taman bunga cahaya setiap bintangnya sama seperti seekor lebah, mengidamkan anggur nikmat dan mimpi di malam hari Pada malam itu, kita masih muda dan hijau, setiap cercah cahaya bulan seperti setiap tetes madu, menambah manisnya percakapan kita di sisi mata air. Namun, aku berbalik badan dan meninggalkanmu, puisi di dalam hatiku tak pernah kuucapkan. Sejak saat itu, Bintang-bintang serasa tak pernah berkedip lagi, cahaya bulan jadi setajam es. Aku menyembunyikan semuanya di bawah air, tapi tetap tidak bisa menghindar tetesan air matamu yang jatuh ke mata air.</center>
