Kembali ke Daftar

Puisi Kuno

Content

Puisi Kuno

<center> Di bawah bulan abadi, di malam yang bersinar, seorang gadis memberikan sehelai sutra yang lembut. Di bawah bulan yang berkilau, di malam yang suci, seorang gadis memberikan serat untuk kain yang indah. Di bawah bulan beku, di malam yang agung, seorang gadis memberikan alat untuk meramal takdir kita. "Ladang digarap, benih ditabur. Dari rahim pertiwi kehidupan tumbuh subur." Bibit-bibit mulai tumbuh, tanaman menjulang tinggi, dan semua terbentang di depan mata. Memetik buah-buahan, menuang anggur manis, inilah pemberian kami. Murni bagaikan langit, begitu indah dan terang, dia bersinar bagaikan cahaya di malam yang gelap. Dan bersamanya harapan ini membubung. </center>

HoyoDBHoyoDB Wiki

Game content and materials are trademarks and copyrights of HoYoverse.