Surat Malam Musim Panas
Content
Surat Malam Musim Panas
Untuk Cypreth, Kelas 3-3 Apa kabar Cypreth? Aku baik-baik saja. Aky menulis surat untuk memberi tahu bahwa lukisan yang aku janjikan sudah selesai kemarin. Kamu tahu bakat seniku jauh di bawah kamu, aku benar-benar tidak mengerti kenapa kamu mempercayakan tugas potret diri ini padaku ... guru tidak mungkin terkecoh. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu. Maksudku, berhubung kamu sudah pulang dan istirahat, tidak perlu memikirkan hal-hal kecil seperti tugas ini lagi. Aku akan mengumpulkannya untukmu. Siapa suruh kamu bilang aku ini "Nona Gloraesa yang baik hati"? Profesor Hein bilang, esensi dari potret diri adalah setia pada kenyataan. Tapi waktu aku memegang kuas, aku justru tak mampu melukis "kenyataan" pada dirimu yang disebabkan oleh penyakit. Setelah berpikir untuk waktu yang lama, akhirnya aku putuskan untuk melukis dirimu yang sehat sepenuhnya, memberimu tubuh sehat yang takkan lelah walau terus melukis, kepala yang takkan sakit saat berimajinasi, serta tenaga yang cukup untuk perjalanan jauh melihat alam semesta ... semua itu akan kulukis untukmu. Sekarang kelihatannya, aku adalah seorang visioner. Waktu kamu sembuh dan kembali ke sekolah nanti, aku pasti mengenalimu lebih dulu dibanding siapa pun berkat lukisan ini. Tapi kemarin ada kejadian aneh: Aku lihat seseorang yang perawakannya sangat mirip denganmu di sekolah! Aku menceritakan hal ini pada Zalina, Cinxia, dan yang lainnya. Mereka semua bilang kamu lagi pemulihan dan menertawakan aku. "Gloraesa ... Gloraesa ... ada yang tidak beres sama kamu!" Waktu itu, aku benar-benar berharap kamu masih ada di sini. Kalau yang kulihat memamg kamu, kamu pasti akan membantuku memikirkan solusinya. Aku tidak tahu pasti benda apa ini sebenarnya, mirip Imagenae, tapi juga seperti halusinasiku karena menggambar dan begadang. Di dunia ini, orang yang percaya padaku tidak banyak, kamu salah satunya, jadi aku diam-diam menulis surat padamu. Tolong jangan tertawakan aku, dan jangan anggap aku kekanak-kanakan. Aku lagi di perpustakaan waktu dia muncul pertama kali. Dia masuk, lalu duduk di dekatku, di sebelah jendela itu. Kamu masih ingat? Kita bangun pagi sepanjang musim panas demi memperebutkan kursi itu karena di musim panas yang gerah, suara tonggeret dan angin sejuk cuma bisa masuk dari sana. Aku juga tidak tahu kenapa kamu pengin sekali duduk di sana, padahal kamu tidak boleh kena angin, jadi akhirnya yang duduk di sana selalu aku. Kemudian, aku melihatnya lagi di kantin, lapangan olahraga, dan lorong. Jujur, aku mulai curiga jangan-jangan dia Imagenae yang lahir dari lukisanku karena dia begitu sehat dan sepertinya punya banyak teman ... sama persis dengan konsep lukisanku. Aku kira aku bakal merasa sangat senang, atau lebih tepatnya, aku memang sangat senang. Tapi selain itu, aku malah merasa agak panik. Aku tidak berani menyapa karena aku tiba-tiba sadar, waktu melihatmu menjadi seperti ini, aku jadi tidak tahu bagaimana caranya supaya bisa akrab lagi denganmu, seolah-olah kamu jadi tujuan yang terlihat tapi tak terjangkau .... lagi pula aku cuma Gloraesa. Selain kamu, tidak ada lagi yang akan memujiku sebagai "Nona Gloraesa yang baik hati". Tapi aku benar-benar berharap kamu sembuh, sembuh sepenuhnya dan terbebas dari tubuh yang lemah itu. Kamu memang seorang pelukis berbakat yang pantas jadi pusat perhatian. Aku terakhir melihatnya kemarin malam, tepat di jalan ginkgo tempat kita pernah jalan-jalan bareng. Dia menghilang ke balik dedaunan ginkgo yang tak tersentuh cahaya bulan, seolah tak pernah datang. Hal ini mengingatkanku pada hari aku mengantarmu meninggalkan sekolah. Waktu itu, kata-kata perpisahanmu juga aneh, seperti "Cuacanya bagus sekali", "Gelap cepat sekali datangnya", "Cahaya bulan malam ini indah sekali" dan semacamnya .... Cypreth, sebenarnya waktu itu aku cuma ingin tahu, kapan kamu akan kembali. Ngomong-ngomong, kenapa kamu semarah itu sebelum pergi? Aku kan sudah menuruti kata-katamu yang menyuruhku banyak membaca!!! Penutup: Belakangan aku tanya Profesor Hein tentang orang itu. Dengan mata membelalak, dia berkata, "Kamu mungkin benar-benar telah menciptakan seorang imagenae!" Demi The Laughter, dia pasti bercanda, aku kan langganan peringkat terbawah di kelas! Selain itu, kamu tidak meninggalkan nomor kontakmu! Surat ini aku taruh di lacimu, bacalah kalau kamu sudah sembuh. Dari Gloraesa, SMA Kelas 3-7
